Harapan


Ada secercah harapan yang masih fana,
membias dari imaji yang hampir nyata.
Kuberharap pada senja,
agar ia tak hanya menyapa—tiba—tiada dengan sengaja.

Sejatinya pernah dia--yang dulu--melakukan itu padaku;
Secercah harapan seolah dihadirkan untukku.
Perlahan membiusku untuk selalu merindu.
Setelah itu ia pergi meninggalkanku,
dan hanya menitipkan harapan semu.

Kuberharap kini pada hadirmu; sosok baru.
Semoga aku tak lagi keliru,
membedakan mana yang nyata dan mana yang fana.
Sebab aku tak ingin kecewa,
untuk kedua kalinya.



~
Terkadang harapan adalah senjata yang bisa melukai diri sendiri.
Namun percayalah, berharap padamu menjadi ambisi tersendiri untukku pribadi. Seolah sosokmu adalah keistimewaan hidup yang mengacu semangat dan memudahkan segala sulitku. Semoga berharap padamu adalah kebenaran, agar segala yang masih kupendam dapat menjadi kenyataan.

Posting Komentar

 

Copyright © Ruang Jenuh Kypuh | Powered by Blogger | Template by 54BLOGGER | Fixed by Free Blogger Templates